25.9 C
Bali
29 Juli 2026
Beranda blog

Bupati Sutjidra Luncurkan Mobil Samsat Keliling, Permudah Warga Buleleng Bayar Pajak Kendaraan

0

Buleleng, Matahari Timur – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan merata kembali dibuktikan. Minggu (24/5), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi meluncurkan Mobil Samsat Keliling di tengah keramaian arena Car Free Day Singaraja.

Peluncuran ditandai dengan prosesi adat memercikkan tirta dan pemecahan kendi oleh Bupati Sutjidra. Turut mendampingi dalam peresmian tersebut Kepala Bappenda Provinsi Bali, Kepala Bappenda Kabupaten Buleleng, perwakilan Jasa Raharja, unsur Kepolisian, serta Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja.Kehadiran Mobil Samsat Keliling merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian, Jasa Raharja, dan BPD Bali.

Inovasi layanan ini dirancang untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga pembayaran pajak kendaraan bermotor tidak lagi terkendala jarak dan waktu.Dalam kesempatan itu, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa layanan ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses ke kantor Samsat. Dengan sistem jemput bola, proses pembayaran pajak diharapkan lebih efisien tanpa harus mengantre panjang.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat di Buleleng dimanapun berada. Sekarang sudah ada Mobil Samsat Keliling untuk mempermudah pembayaran pajaknya, khususnya pajak kendaraan bermotor. Mudah-mudahan ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, guna mewujudkan pembangunan Buleleng yang berkelanjutan,” ujar Bupati Sutjidra.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang vital untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Karena itu, kemudahan layanan ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Buleleng.

Rencananya, Mobil Samsat Keliling akan beroperasi secara terjadwal di kecamatan-kecamatan, pasar tradisional, hingga pusat keramaian. Antusiasme warga terlihat sejak peluncuran perdana di Car Free Day. Puluhan masyarakat langsung memanfaatkan layanan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.Dengan diluncurkannya inovasi ini, Pemkab Buleleng berharap pelayanan publik semakin dekat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (MT-001)

Sutjidra-Supriatna Rangkul Mahasiswa Satukan Gagasan wujudkan Buleleng Paten

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengajak para mahasiswa Buleleng untuk turut berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan diskusi dan perbincangan santai bersama mahasiswa, di Bichito Cafe, Kamis (25/5). Diskusi ini digelar sebagai wadah menyatukan gagasan demi mewujudkan Buleleng yang maju dan berdaya saing.

Dalam paparannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi intelektual yang mampu menghadirkan ide-ide kreatif, inovatif, serta solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Buleleng tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan. Saya berharap melalui diskusi seperti ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang bisa memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.

Dirinya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik konstruktif dari kalangan mahasiswa. Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan generasi muda, kebijakan pembangunan diharapkan dapat lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan saran dan masukan dari adik-adik mahasiswa agar program pembangunan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Saya ingin mahasiswa ikut mengawal pembangunan Buleleng,” tegas Bupati Sutjidra

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan bahwa mahasiswa merupakan aset penting daerah yang harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi. Melalui forum diskusi saat ini, pemerintah ingin membangun sinergi yang kuat dengan generasi muda demi kemajuan Buleleng ke depan.

“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi sehingga ide dan inovasi mahasiswa bisa diimplementasikan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Diskusi yang bertajuk dialog interaktif ini membahas berbagai topik mulai dari bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur. (MT-001)

Aksi Nyata Hari Buruh, AMDATARA Bali–Nusra Gelar Bersih Pantai di Kuta

0

Badung, Matahari Timur – Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Bali–Nusa Tenggara menggelar Kegiatan Beach Cleanup di Pantai Kuta, Badung, Bali pada Jumat (1/5/2026), dalam rangka memperingati Hari Buruh. Kegiatan bertema “Aksi Nyata untuk Indonesia yang Lebih Bersih dan Sehat” ini menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tak sekadar penghargaan bagi pekerja, tetapi juga seruan memperkuat tanggung jawab bersama menjaga lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dengan melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri atas anggota AMDATARA, perwakilan serikat pekerja, serta mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional. Selama kurang lebih 2,5 jam, para peserta menyisir sekitar 1 kilometer garis pantai di kawasan depan Beachwalk Shopping Center.

Dalam kegiatan tersebut, pengumpulan sampah difokuskan pada sampah anorganik yang langsung dipilah di lokasi. Sampah yang memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra bank sampah untuk didaur ulang, sedangkan sampah residu dikelola bersama petugas kebersihan Pantai Kuta.

Ketua Dewan Pengurus AMDATARA Bali–Nusa Tenggara, I Gusti Ngurah Warassutha Aryajase, menyatakan bahwa isu lingkungan dan pengelolaan sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan industri serta kesejahteraan pekerja. Menurutnya, ketersediaan air baku yang bersih dan lingkungan yang sehat menjadi prasyarat utama dalam mendukung keberlangsungan industri air minum dalam kemasan (AMDK).

“Hari Buruh merupakan momentum untuk menghargai pekerja sebagai tulang punggung industri. Dalam industri AMDK, kesejahteraan pekerja sangat bergantung pada ketersediaan air baku yang bersih dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, pengelolaan sampah kemasan harus menjadi tanggung jawab bersama dan dikembalikan ke sistem daur ulang, bukan berakhir di laut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, AMDATARA menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular, mengurangi kebocoran sampah ke lingkungan, serta melindungi sumber daya air. Peringatan Hari Buruh juga diharapkan menjadi pengingat bahwa produktivitas industri, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan harus berjalan secara beriringan.

AMDATARA turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pekerja, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, melalui pemilahan serta penguatan sistem daur ulang guna menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. (MT-PD)

 

Resmi Dibuka Bupati Sutjidra, Festasada 2026 Jadi Wadah Strategis Pelestarian Seni, Adat, dan Budaya Sukasada

0

Buleleng, Matahari Timur – Festival Seni Adat dan Budaya Sukasada (Festasada) kembali menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian serta pengembangan kekayaan seni, adat, dan budaya lokal di Kecamatan Sukasada.

“Festasada Tahun 2026 menjadi wadah yang sangat strategis untuk menampilkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan potensi seni, adat, dan budaya yang ada dikawasan Kecamatan Sukasada”, demikian diungkapkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat membuka secara resmi Festasada Tahun 2026, di RTH Taman Bung Karno (TBK), Jumat (17/4).

lebih lanjut, Bupati Sutjidra menambahkan bahwa Festasada tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berperan sebagai ruang edukasi, promosi daerah, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku seni budaya untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang kita miliki,” ungkapnya.

pada kesempatan ini, dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festasada, mulai dari panitia, seniman, hingga masyarakat, Ia berharap festival ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik minat wisatawan serta meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng pada umumnya.

“Dengan semangat kebersamaan, Festasada diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat Sukasada sekaligus menjadi etalase budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Buleleng”, tutup Sutjidra.

Sementara, Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyebut festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya di Kecamatan Sukasada setelah sempat vakum sejak 2020.

“Kami ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Buleleng,” ujarnya.

Beragam pertunjukan seni khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman yang mencerminkan akulturasi budaya. (MT-001)

Inovasi ‘Recycle Mask’ Diakui, Bupati Sutjidra Terima Sertifikat HAKI

0

Buleleng, Matahari Timur – Inovasi kreatif berbasis lingkungan dari masyarakat Buleleng kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menerima secara langsung Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas karya inovatif di bidang seni rupa berbasis daur ulang masker. Sertifikat HAKI diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk karya yang berjudul “Recycle Mask”.

Sertifikat HAKI diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, disaksikan Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri, Kepala BRIN Arif Satria, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta para kepala daerah se-Bali, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Kab. Klungkung, Rabu (1/4/2026).

“Recycle Mask” merupakan hasil kreativitas masyarakat Buleleng dalam mengolah limbah plastik, kardus, dan kertas bekas. Hal yang baru adalah produk seni ini bukan dibuat dari bubur kertas melainkan dibentuk menjadi patung, hiasan dinding, dan topeng. Selain menonjolkan nilai estetika, karya ini juga menjadi simbol kuat upaya daur ulang dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng.

Ditemui usai menerima Sertifikat HAKI untuk “Recycle Mask”, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi dan kreatifitas masyarakat khususnya dalam menangani isu lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi “Recycle Mask” menjadi contoh konkret bahwa kreativitas masyarakat mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Pengakuan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Buleleng. Inovasi “Recycle Mask” menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi karya yang tidak hanya bernilai seni tinggi, memiliki manfaat ekonomi dan berdampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirinya menegaskan pentingnya perlindungan HAKI sebagai upaya mendorong para kreator untuk terus berinovasi. Dengan adanya perlindungan hukum, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan karya tanpa khawatir disalahgunakan.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendorong pendaftaran HAKI bagi para seniman dan juga pelaku ekonomi kreatif. Ini penting untuk melindungi karya anak daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” tambahnya.

Pemkab Buleleng juga terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi daerah melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan.

Melalui pengakuan ini, inovasi “Recycle Mask” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Buleleng dalam mengembangkan kreativitas berbasis lingkungan serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. (MT-001)

Ngembak Geni Beriringan dengan Salat Id, Wabup Supriatna Serukan Persatuan Umat

0

Buleleng, Matahari Timur – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengajak seluruh umat beragama untuk selalu berdampingan dalam berkehidupan. Hal tersebut disampaikan Wabup Supriatna saat meninjau pelaksanaan Salat Id di Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat (20/3).

Menurutnya perbedaan ras, suku, dan agama merupakan sebuah keberagaman yang harusnya membuat Buleleng menjadi lebih kuat sebagai Bangsa Indonesia. Inilah yang harus dijaga dengan baik dengan menerapkan sikap toleransi dan menumbuhkan rasa persaudaraan terhadap setiap umat beragama.

Salat Id tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Ngembak Geni sebagai penutup rangkaian Hari Raya Nyepi. Wabup Supriatna mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang telah melaksanakan Catur Brata Penyepian dan Umat Muslim yang telah menunaikan ibadah puasanya dengan baik selama sebulan. Melalui kesempatan ini dirinya mengajak agar seluruh umat selalu berdampingan dalam segala hal yang positif.

“Kalau sudah ditakdirkan Tuhan Yang Maha Esa hari raya kita berdekatan (red:Nyepi dan Idulfitri) artinya kita juga harus selalu berdekatan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng Ali Susanto menyambut baik apa yang disampaikan Wabup Supriatna. Keberagaman yang diciptakan Tuhan merupakan cara agar kita semua belajar arti dari perbedaan dan membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.

“Bahwa ketika kita ber-Indonesia maka satu hal yang harus kita selalu pahami bahwa Indonesia itu beragam,” katanya.

Usai Salat Id, Umat Muslim biasanya akan bersilaturahmi dengan warga sekitar. Seperti biasa, tahun ini juga dicanangkan momen halal bihalal sebagai tradisi saling memaafkan dan memperkuat hubungan antar sesama.(MT-001)

Pemkab Buleleng Komitmen Kawal Penanganan Pascabanjir di Banjar Sampai Tuntas

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mengawal proses penanganan dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjar hingga tuntas. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bersama Pemerintah Provinsi Bali guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan tepat.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta meninjau sejumlah titik kerusakan di Desa Banjar, termasuk pemukiman warga serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyapa masyarakat serta melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir bandang.

Wabup Supriatna menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus melakukan upaya penanganan melalui langkah mitigasi maupun tanggap darurat hingga kondisi kembali normal. Pemerintah daerah bersama tim yang telah dibentuk oleh Bupati Buleleng juga terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus berupaya melakukan penanganan melalui langkah mitigasi dan tanggap darurat hingga kondisi kembali normal. Bersama tim yang telah dibentuk oleh Bapak Bupati, kami akan terus menjalankan tugas-tugas penanganan bencana di Desa Banjar sampai proses pemulihan benar-benar selesai,” ujar Supriatna.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana air bah yang melanda Kecamatan Banjar. Ia juga mengungkapkan memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut karena almarhum ibunya berasal dari Banjar. Dalam kesempatan tersebut, Wagub turut meninjau kondisi SD Negeri 5 Banjar yang terdampak cukup serius serta bertemu langsung dengan para siswa yang terdampak bencana.

Selain melihat kondisi fasilitas pendidikan, Wagub juga memberikan bantuan secara pribadi kepada sejumlah siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para siswa tetap percaya diri saat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah air bah ini. Harapan kami, korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan, dan langkah-langkah pemulihan dapat berjalan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta seluruh pihak terkait,” ujar Giri Prasta.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah penataan kawasan sempadan sungai serta solusi relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta Balai Wilayah Sungai Bali–Penida.

“Terkait rumah warga yang terdampak, terdapat empat kepala keluarga yang rumahnya rusak berat bahkan ada yang hancur total. Kami berupaya mencarikan solusi melalui relokasi ke lokasi yang lebih aman agar ke depan masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Giri Prasta. (MT-SG)

Gelar Pangan Lokal, Gerakan Pangan Murah, dan Lomba Makan Buah Lokal Semarakkan HUT Ke-422 Kota Singaraja

0

Singaraja, Matahari Timur – Singaraja – Antusiasme masyarakat tampak mewarnai pelaksanaan Gelar Pangan Lokal (GPL), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Lomba Makan Buah Lokal yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam rangka memeriahkan rangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja, Minggu (8/3). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang disiapkan untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi merayakan hari jadi Kota Singaraja.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang hadir dan berbaur dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan dukungan terhadap berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut HUT ke-422 Kota Singaraja. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah hadir dan berbaur dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Sutjidra menjelaskan bahwa pelaksanaan GPL dan GPM merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, kita berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan beragam produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai gizi dan kearifan lokal,” jelasnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan puluhan pelaku usaha yang menghadirkan berbagai produk pangan lokal. Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan daerah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal, dalam kegiatan ini juga digelar lomba makan buah lokal yang diikuti dengan antusias oleh peserta. Sutjidra mengungkapkan bahwa lomba tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Singaraja.

“Lomba makan buah ini pertama kali kita adakan. Gagasannya adalah bagaimana potensi buah-buah lokal Buleleng dapat kita sosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lomba tersebut sekaligus menjadi kampanye untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buah-buahan lokal yang menjadi kekayaan alam Buleleng, seperti salak Busungbiu, anggur Banjar dan Seririt, jambu kristal, pisang di Gerokgak, serta srikaya atau silik dari Kubutambahan dan Tejakula.

“Kita ingin masyarakat semakin mencintai produk-produk pertanian dan perkebunan dari petani lokal yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan konsumsi produk pangan lokal sebagai langkah membangun kemandirian pangan daerah. Dengan membeli dan mengonsumsi produk lokal, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga turut membantu meningkatkan kesejahteraan petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-422 Kota Singaraja yang selama dua bulan menyalurkan paket sembako kepada 77.961 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Buleleng. Setiap paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan, dengan penyerahan simbolis kepada 10 keluarga penerima manfaat di Kelurahan Banjar Jawa. (LE-003)

Tak Ditemukan Boraks dan Formalin, Loka POM dan Ketua TP PKK Buleleng Tinjau Keamanan Takjil di Kampung Anyar

0

Buleleng, MatahariTimur – Menjelang Ramadan, pengawasan keamanan pangan takjil di Kabupaten Buleleng mulai digencarkan. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhani Sutjidra bersama Ketua Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Buleleng Rai Gunawan turun langsung melakukan peninjauan di Jalan Jeruk, wilayah Kampung Anyar, Selasa sore (24/2). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.

Dalam peninjauan ini, Loka POM melakukan pengambilan 16 sampel takjil yang banyak diminati masyarakat. Diantaranya minuman berwarna, kue basah, gorengan, serta berbagai makanan olahan lainnya. Dari jumlah tersebut, enam sampel telah selesai diperiksa. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin, serta tidak ada penggunaan pewarna tekstil atau pewarna industri berbahaya.

Ny. Wardhany Sutjidra menyampaikan bahwa hasil ini patut disyukuri karena menunjukkan meningkatnya kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan. Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu masih ditemukan penggunaan pewarna industri untuk makanan, namun kini kondisi tersebut sudah tidak dijumpai.

“Kita bersyukur karena dari hasil sementara tidak ditemukan boraks maupun formalin. Kesadaran para pedagang sudah sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui setelah peninjauan.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam proses penjualan. Berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada pedagang yang menerima uang dan langsung kembali memegang makanan tanpa menggunakan pelindung tangan. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kontaminasi.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah kebersihannya, terutama saat menerima uang lalu langsung mengambil makanan. Pedagang diimbau menggunakan sarung tangan agar tetap higienis,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Selain pengawasan, edukasi kepada pedagang terus dilakukan agar proses pengolahan makanan semakin bersih dan higienis.

Tak hanya soal keamanan pangan, dalam kesempatan tersebut juga kembali digaungkan pentingnya pengelolaan sampah melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS). Edukasi ini bahkan telah dikenalkan sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan sekolah dan lomba anak PAUD.

“Harus juga kita sambil tekankan terkait pengelolaan sampah. Jadi program PADAS maupun PSBS itu memang selalu harus kita dengung-dengungkan. Saya berharap semua sehat, dan pedagang banyak rezeki” ujar Wardhany Sutjidra.

Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat Buleleng dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan rasa aman, sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat selama Ramadan dan selanjutnya. (MT-001)

Bupati Sutjidra Tekankan Kolaborasi Strategis Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Cegah Korupsi

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk mencegah terjadinya korupsi menjadi sangat strategis. Termasuk menciptakan iklim usaha yang baik, berkelanjutan dan berintegritas.

Hal itu dikatakannya saat ditemui usai membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia Usaha Antikorupsi di New Sunari Hotel, Rabu (4/2/2026).

Bupati Sutjidra secara gamblang menyatakan bahwa peran serta dunia usaha sangat krusial dalam upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kabupaten Buleleng. Ia menekankan bahwa bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis menuju penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di kalangan pelaku usaha.

“Jadi, dunia usaha agar bisa memahami juga bahwa peran serta mereka sangat strategis dalam pencegahan korupsi ini,” ujarnya. Ia pun menambahkan, pemahaman bersama ini akan berfungsi sebagai bentuk antisipasi, monitoring, dan pengawasan untuk mencegah praktik KKN. Tujuannya, agar dunia usaha di Buleleng dapat tumbuh sehat, bersaing dengan baik, dan menjalankan kegiatan usahanya secara berkelanjutan, yang pada ujungnya akan menyejahterakan masyarakat.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa komitmen pencegahan korupsi dilakukan secara komprehensif. Selain untuk dunia usaha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng juga tengah menyelenggarakan bimtek serupa bagi pejabat eselon II dan III. Bekerjasama dengan KPK, Kementerian Dalam Negeri, LKPP, dan Kementerian PAN-RB. Terkait penegakan aturan, Bupati menyatakan kesiapannya untuk memberikan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran.

“Kalau melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan, pasti akan mendapatkan sanksi. Sanksinya ya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Sutjidra seraya menyitir contoh tindakan yang telah diambilnya terhadap beberapa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang melanggar.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bupati Sutjidra. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang peta korupsi dan peran masing-masing aktor dalam pencegahannya.

“Kita berharap bahwa pengenalan terhadap korupsi, kemudian dampaknya, dan kemudian aturan-aturan main yang kemudian mereka harus patuhi, itu bisa kemudian membuat iklim ekonomi di sini menjadi lebih sehat, lebih transparan, dan lebih fair,” papar Johnson. KPK pun akan terus memantau dan bekerjasama dengan pemda untuk meningkatkan indeks integritas daerah.

Sementara dari sisi peserta, Ketua BPC Gapensi Buleleng Ketut Budi Adnyana menyambut baik penyelenggaraan bimtek ini. Ia mengaku kegiatan ini menjadi momentum yang tepat bagi dunia usaha untuk menyampaikan berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan kompleksitas perizinan dan administrasi.

“Kami dari dunia usaha kan sangat menyambut baik karena ada beberapa permasalahan yang perlu juga kita akan sampaikan,” ujarnya.

Bimbingan Teknis Dunia Usaha Antikorupsi ini menjadi penanda komitmen Pemkab Buleleng untuk membangun ekosistem bisnis yang bersih dan transparan. Kolaborasi tripartit antara pemerintah, penegak hukum (KPK), dan pelaku usaha diharapkan mampu memutus mata rantai korupsi, mendorong investasi, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan. (MT-003)